Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi saja tidak mengacu pada teori-teori khusus. Bukan juga kopi paste jadi real pengalaman pribadi buat berbagi pengalaman usaha. Kalau cocok bisa dipergunan sebagai acuan kalau tidak cocok tidak usah dipakai, atau cari titik yang positifnya aja dijalankan yang menurut saudara sekalian cocok, baik dan benar.
Saya menggunakan armada truk jenis truk tronton model bak long sasis dengan diameter bak sekitar 22 meter kubik, dengan panjang bak 6.30 meter lebar bak 2.30 meter kemudian tinggi bak mencapai 150 meter sehingga didapat isi muatan 22 m3, ada tidak ya 22 meter kubik ... ah.. anggaplah segitu ya..he.he.. namanya juga usaha kurang dikit wajar ya.. Tapi ini benar loh buat pengalaman pengusaha truk ya bahwa ukuran bak yang ada muatan material berbeda karena tekanan dari material itu sendiri bak menjadi mekar.


Bisa dapat hukuman buat sopir berupa penggantian ban di bebankan ke sopir tergantung peraturan dari tiap-tiap pemilik truk ya bisa berlainan aturannya. Beban penggantian sopir untuk satu ban yang harganya mencapai 3.5 juta rupiah itu tergantung banyaknya ritasi truk. Saya menggunakan rumusan ban dengan asumsi pemakaian ban dari baru harus mencapai minimal 150 rit. Jadi kalau harga ban 3.5 jt dibagi 150 rit menjadi 23 ribu rupiah saya bulatkan menjadi 25 rb rupiah, kemudian ban truk pecah tidak bisa digunakan lagi dan harus ganti baru sedangkan umur pakai ban baru 50 rit cara menghitung beban kerugian ban adalah 25 ribu rupiah dkalikan masa ritasi yang sudah berjalan yaitu 50 rit menjadi 1.25 juta dikurangi harga ban 3.5 juta berarti beban kerugian persatu ban adalah 2.25 jt. Beban tersebut bisa dicicil peritasi sebesar 25 rb rupiah tergantung kebjaksanaan pemilik truk. Apabila ban truk sudah melampaui 150 rit itu menjadi hak supir apabiala ban masih dalam keadaan masih bisa dipakai lagi, bisa buat cadangan apabila ada ban yang pecah. Ban truk tronton berjumlah 10 ban.
Demikian pengalaman masalah cara menghitung anggaran untuk ban saya berikan semoga bisa bermanfaat dan berguna buat saudara sekalian yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih.
Masukan bos,ban dihitung bukan berdasarkan ritase tapi berdasar tebal tread/tinggi kembang, jadi dapat dihitung berdasar CPK (Cost/km) jadi 1 mm berjalan berapa km.
BalasHapusDan biaya didapat dari = harga ban : total km pakai.
Gitu sye bos..
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus